UOB Economic Outlook

Amidst Pandemic Challenges

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan disrupsi terhadap perekonomian Indonesia baik dari sisi suplai maupun permintaan. Dari sisi suplai pandemi ini mengakibatkan terganggunya mata rantai produksi sementara permintaan masyarakat memperlihatkan tren yang menurun. Keduanya tentu mempengaruhi kelancaran arus kas (cash flow) dari dunia usaha maupun permintaan konsumen. Oleh karena itu, pertumbuhan kredit juga akan mengalami penurunan karena fokus yang lebih besar saat ini adalah mengupayakan restukturisasi hutang berjalan. UOB Indonesia memperkirakan tingkat pertumbuhan kredit tahun ini berada di bawah 5,5%, dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 6,1%. Ke depannya, UOB Indonesia tetap optimis bahwa setelah pandemi berakhir pertumbuhan kredit dan ekonomi Indonesia akan meningkat cukup signifikan pada tahun yang akan datang, seiring dengan kondisi makro dimana fundamental Indonesia sudah jauh lebih baik dan didukung oleh penerapan kebijakan ekonomi secara optimal.

Selengkapnya

Bagikan halaman ini :

 

Enrico Tanuwidjaja

Enrico Tanuwidjaja
Economist (Indonesia),
Senior Vice President

Global Economics and Markets Research
PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia)