Anda ingin mulai melek finansial dan atur keuangan, tapi Anda kebingungan karena berbagai istilah keuangan? Jangan khawatir! Artikel berikut akan meningkatkan literasi finansial Anda.
Yuk pahami 10 istilah dasar berikut ini!
1. Pendapatan (income)
Intinya, pendapatan adalah jumlah uang yang Anda terima. Ini biasanya berasal dari gaji bulanan.
Ada dua tipe pendapatan: Pendapatan aktif dan Pendapatan berulang. Pendapatan aktif adalah uang yang diterima ketika Anda menyelesaikan tugas, contohnya ketika Anda dapat gaji tiap bulan dari bekerja. Sedangkan pendapatan berulang adalah uang yang diterima dari sumber yang tidak Anda kerjakan secara aktif. Ini bisa berupa uang sewa yang didapat dari rumah yang Anda sewakan, atau dari investasi yang mendatangkan uang meskipun Anda tidak bekerja secara aktif untuk mendapatkan penghasilan tersebut.
2. Pengeluaran (expenditure)
Ketika ada uang masuk, ada juga uang yang keluar. Itulah yang kita sebut “pengeluaran”— jumlah uang yang Anda belanjakan.
Ada dua tipe pengeluaran: tetap dan variabel. Pengeluaran tetap mengacu pada pengeluaran rutin yang tidak berubah dalam jangka panjang. Yang termasuk pengeluaran ini misalnya hipotek (cicilan), pembayaran sewa, atau tagihan listrik yang harus dibayar setiap bulan.
Di sisi lain, pengeluaran variabel mengacu pada pengeluaran yang dapat Anda kendalikan. Anda dapat memutuskan berapa banyak yang ingin dibelanjakan, atau Anda bisa memutuskan untuk tidak membelanjakannya sama sekali. Pengeluaran ini termasuk pembelian yang hanya dilakukan satu kali seperti pembelian kursi pijat, atau pengeluaran seperti makan di luar, menonton film, atau kegiatan belanja.
3. Arus Kas (Cash flow)
Setelah kita membahas tentang pendapatan dan pengeluaran, kita dapat menggabungkan keduanya untuk membuat arus kas. Arus kas pada dasarnya adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dari dompet atau rekening Anda.
Jika Anda memiliki arus kas positif (+), ini berarti pendapatan Anda lebih besar daripada pengeluaran Anda dalam jangka waktu tersebut. Sebaliknya jika Anda memiliki arus kas negatif (-), itu berarti Anda membelanjakan lebih banyak daripada yang Anda hasilkan.
4. Aset (Asset)
Segala barang yang memiliki nilai finansial dianggap sebagai aset. Ini termasuk rumah, mobil, tanah, emas, atau perhiasan apa pun. Seluruh uang di rekening bank milik Anda juga dianggap sebagai aset Anda.
5. Kewajiban (Liability)
Kewajiban mengacu pada utang yang harus Anda bayar. Anda bisa berutang uang ke bank atau teman yang telah meminjamkan sejumlah uang. Sebagian utang bisa berupa tagihan kartu kredit, uang yang Anda pinjam dari bank, dan pajak yang harus Anda bayar.
6. Kekayaan Bersih (Net worth)
Pernahkah Anda bertanya-tanya berapa nilai finansial yang Anda punya? Untuk menghitungnya, Anda bisa jumlahkan nilai semua aset Anda, lalu kurangi dengan semua kewajiban yang Anda punya. Hasilnya adalah jumlah kekayaan bersih atau Net Worth Anda.
7. Pinjaman (Loan)
Pinjaman adalah sejumlah uang yang Anda pinjam dari bank atau lembaga keuangan. Anda dapat mengambil pinjaman untuk alasan apa pun, selama bank menganggap Anda mampu membayarnya kembali. Beberapa alasan orang mengambil pinjaman antara lain untuk membayar biaya studi, untuk membeli rumah atau membayar renovasi, atau sebagai modal untuk memulai bisnis.
8. Bunga (interest)
Setiap pinjaman memiliki tingkat bunga atau suku bunga, yang merupakan biaya untuk meminjam sejumlah uang tersebut. Ketika Anda mengambil pinjaman, Anda harus membayar kembali jumlah yang dipinjam beserta bunga yang terkumpul.
Setiap pinjaman memiliki tingkat bunga atau suku bunga, yang merupakan biaya untuk meminjam sejumlah uang tersebut. Ketika Anda mengambil pinjaman, Anda harus membayar kembali jumlah yang dipinjam beserta bunga yang terkumpul.
Penting juga untuk mengetahui bahwa ada dua jenis suku bunga: sederhana dan majemuk. Sebelum Anda melakukan kegiatan yang melibatkan suku bunga, Anda harus menyadari
perbedaan antara kedua jenis bunga ini.
9. Investasi (Investment)
Saat berinvestasi, Anda menaruh uang ke dalam aset atau barang tertentu yang nilainya meningkat seiring waktu. Investasi ini berpotensi untuk tumbuh dan menghasilkan pendapatan bagi Anda. Contoh yang bisa dilakukan adalah berinvestasi di bidang properti, saham, atau obligasi.
10. Portfolio (portfolio)
Setelah mempelajari semua istilah keuangan umum ini, Anda sekarang memiliki portofolio keuangan pribadi. Portofolio Anda menunjukkan berapa banyak aset keuangan yang Anda miliki, termasuk investasi, uang tunai, dan semua aset alternatif Anda.
Setelah paham 10 istilah keuangan umum ini, yuk mulai nabung, investasi, dan tingkatkan pendapatan Anda!