You are now reading:
Fundamental UOB untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Lebih Kuat
you are in About Us


You are now reading:
Fundamental UOB untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Lebih Kuat
Singapura, 15 Mei 2019 – United Overseas Bank (UOB) hari ini menggarisbawahi tiga prioritas utama pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di dalam kondisi geopolitik dan lingkungan makroekonomi yang bergejolak serta tidak pasti. UOB menginformasikan ketiga prioritasnya tersebut dalam sebuah acara Corporate Day yang bertema ‘Berfokus kepada Fundamental Kami’ (‘Focusing on our Fundamentals’).
Wee Ee Cheong, Deputy Chairman dan Chief Executive Office UOB mengatakan bahwa dengan meningkatnya ketegangan perdagangan global dan kekhawatiran akan hadirnya perlambatan ekonomi global, sangat penting bagi UOB untuk berfokus kepada prioritas-prioritasnya, yaitu: keterhubungan regional (regional connectivity), kemitraan ekosistem (ecosystem partnerships), serta kinerja keuangan dan pendapatan yang kuat.
“Dalam lingkungan seperti sekarang ini, menjadi lebih penting untuk berfokus kepada hal-hal yang fundamental, dan tidak kehilangan arah tujuan utama, yaitu mencapai pertumbuhan jangka panjang yang seimbang dengan stabilitas. Di UOB, hal ini telah menjadi pendekatan yang konsisten dengan mengedepankan kepentingan jangka panjang nasabah sebagai prioritas kami. Kepentingan nasabah dalam jangka panjang merupakan landasan bagi keputusan dan langkah kami selanjutnya,” kata Wee Ee Cheong.
“Kami memperkuat jaringan di ASEAN, memperluas dampak dengan membangun ekosistem-ekosistem dan membantu nasabah untuk meraih berbagai peluang bisnis di wilayah ini. Seiring dengan upaya kami untuk meningkatkan fokus kepada nasabah, kami melihat dampak yang lebih kuat dalam jaringan bisnis kami.”
Corporate Day merupakan hari dimana UOB menginformasikan bagaimana upaya bank untuk terus membangun model operasional regionalnya, berinvestasi dalam bidang digital dan teknologi baru, serta mempersiapkan sumber daya manusia untuk menyongsong masa depan dengan dapat terus meningkatkan produktifitas serta kinerja.
“Saat ini, lebih dari 40% laba operasional UOB diperoleh dari bisnis di luar Singapura. Hampir 80% bisnis berasal dari ASEAN dan Tiongkok. UOB berharap angka-angka tersebut akan terus meningkat seiring dengan semakin kuatnya keterhubungan regional (regional connectivity), hadirnya kolaborasi dalam kemitraan yang mampu menggarap kerjasama regional, serta semakin meningkatnya jumlah masyarakat ekonomi menengah ke atas yang dapat mendukung pertumbuhan,” kata Wee Ee Cheong.
Kekuatan Jaringan Regional
Wee Ee Cheong juga mengatakan bahwa UOB secara regional berada dalam posisi terbaik untuk meraih potensi ASEAN yang sangat besar.“Pengetahuan lokal kami yang mendalam, keahlian di berbagai sektor dan jaringan UOB di negaranegara ASEAN serta Tiongkok membuat UOB mampu membantu nasabah, menghubungkan mereka dengan negara lain dalam wilayah ini serta mengendalikan kompleksitas yang terdapat dalam lingkungan budaya yang beragam ini,” kata Wee Ee Cheong.
“Pada tahun 2018, kami membantu lebih dari 500 perusahaan mewujudkan ekspansi bisnis mereka di wilayah Asia melalui jaringan luas UOB. Hal ini seiring dengan meningkatnya pendapatan di Asia, dengan potensi pasar diproyeksikan sekitar 40 juta dolar Singapura pada tahun 2020.”
Bisnis baru yang masuk ke Asia Tenggara kemungkinan besar disebabkan karena terus meningkatnya ketegangan perdagangan global. Lebih banyak bisnis diproyeksikan akan mendiversifikasikan rantai pasokan mereka ke ASEAN dan pemasok lokal yang kemudian melihat peluang berekspansi ke negara lain. Dalam hal tersebut, UOB juga dalam posisi yang baik untuk membantu para nasabah menangkap peluang untuk menumbuhkan bisnis.
Memperdalam Keterikatan Nasabah dan Memajukan Kemitraan Ekosistem
Dengan berbagai prospek di ASEAN, UOB terus melakukan berbagai investasi yang signfikan dalam mengembangkan kemampuan digital yang membuat transaksi perbankan lebih mudah, cerdas, dan aman.
“Di seluruh jaringan bisnis, kami berinvestasi dalam hal pendekatan omni-channel: meningkatkan keterikatan kami dengan nasabah di berbagai titik-titik pertemuan penting baik offline maupun online, secara fisik, digital maupun kombinasi mana yang terbaik untuk mereka. Hal ini karena kami memahami digital bukan satu-satunya cara bagi para nasabah untuk dilayani.”
Dampak dari pendekatan omni-channel membuat UOB lebih kuat berkolaborasi dengan berbagai ekosistem dimana UOB bermitra untuk menyediakan nilai tambah bagi para nasabah, sehingga nilai dari kemitraan tersebut juga akan meningkat.
“Kami yakin pendekatan terbuka lebih baik daripada tertutup untuk membangun bisnis regional dan menawarkan berbagai manfaat pertumbuhan bagi para pemain lainnya dalam ekosistem. Dengan melakukan hal tersebut, kami dapat secara berkelanjutan menyediakan berbagai solusi terbaik yang sesuai bagi kebutuhan nasabah yang berubah-ubah,” kata Wee Ee Cheong.
Contohnya, kami berinvestasi dalam kemitraan dan kerjasama dengan para pemain ekosistem, seperti Grab, agen-agen properti serta car dealers untuk memperkuat kemampuan masing-masing dan memperkaya penawaran kami kepada nasabah. Adalah melalui keterbukaan dan kolaborasi dengan berbagai mitra yang sejalan, UOB dapat membuka potensi investasi dan kemampuan untuk meningkatkan kepuasan nasabah.”

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.