You are now reading:
PT Bank UOB Indonesia memandang positif terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia dan tetap waspada terhadap masalah likuiditas dan kredit di negara barat
you are in About Us


You are now reading:
PT Bank UOB Indonesia memandang positif terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia dan tetap waspada terhadap masalah likuiditas dan kredit di negara barat
Jakarta, 25 Oktober 2011 – PT Bank UOB Indonesia (“UOBI”) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia akan terus bertahan dengan permintaan Domestik yang tinggi, pendapatan segmen menengah dan sektor komoditas yang meningkat.
UOBI memperkirakan tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia akan tetap berada pada level 6.4%, sementara tingkat suku bunga Bank Indonesia akan dipertahankan pada level 6.5% setidaknya hingga penghunjung tahun 2011, sejalan dengan itu Bank Indonesia yang akan terus berupaya agar kebijakan moneternya dapat mengakomodir peningkatan pertumbuhan.
Pandangan tersebut dipaparkan dihadapan 400 pengusaha Indonesia dalam seminar Economic Outlook 2012 yang bertemakan “Navigating through the Global Crisis”. Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada nasabah mengenai perkembangan ekonomi global dan kemungkinan yang berdampak pada bisnis mereka.
Armand B. Arief, Presiden Direktur UOBI menyatakan, ”Sehubungan dengan krisis keuangan yang berlangsung di Eropa dan Amerika Serikat, kami perlu menginformasikan perkembangan ekonomi terkini dan peluang investasi kepada nasabah. Sementara itu, kami berkomitmen untuk selalu mendukung nasabah melalui penyediaan tahapan kredit yang kami miliki”.
UOB Group memandang positif atas perkembangan pasar Asia. Langkah-langkah yang diambil oleh Bank, korporasi, dan individu di Asia atas timbulnya krisis keuangan yang terjadi dapat dijadikan sebagai tolak ukur mereka dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di tahun 2012 mendatang.
Dalam seminar ini, Jimmy Koh, Head of Research and Investor Relations UOB Group, menegaskan bahwa Bank akan terus memantau dampak dari lemahnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat serta krisis hutang yang berkepanjangan di zona Eropa dapat memungkinkan terjadinya masalah likuiditas dan penyaluran kredit di Asia.
“Kebijakan yang dikeluarkan oleh negara-negara Barat dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu terhadap kemungkinan goncangan finansial yang terjadi atau memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara timur. Namun sejauh ini, dampak dari kondisi perekonomian yang fluktuatif di Asia masih dapat diatasi dengan baik.
Menyongsong tahun 2012, muncul kendala dari pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang diakibatkan oleh kurangnya minat pasar, UOBI optimis bahwa puncak pertumbuhan perekonomian di Indonesia akan terus berkembang secara sehat. UOBI mengharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat mendekati angka 6%, terkecuali jika adanya goncangan dari negara-negara Barat. Kemungkinan pertumbuhan ekonomi ini akan didorong oleh faktor domestik, peningkatan pendapatan dan permintaan atas investasi. Kebijakan tingkat suku bunga akan terus dijaga pada angka 6.5% hingga akhir tahun.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.