Distinguished Speakers

Ir. H. Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia

Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

Teten Masduki
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Muhammad Lutfi
Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Y.M. Suryo Pratomo
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Singapura
Other Notable Speakers

Wee Ee Cheong
Deputy Chairman and Chief Executive Officer, UOB

Hendra Gunawan
Presiden Direktur, PT Bank UOB Indonesia

Enrico Tanuwidjaja
Ekonom, UOB

Joko Supriyono
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia

Handhika Jahja
Direktur Shopee Indonesia

Bonar Silalahi
Managing Director, Group Wholesale Banking, Sector Solutions Group, UOB

Bima Laga
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia dan Vice President Government Relations at Bhinneka.com

Catherine Sutjahyo
Chief Food Officer, Gojek Group

Hendrik Komandangi
Business Banking Sales Head, UOB Indonesia
Quotes from Speakers
"Dengan adanya reformasi struktural utama, kami yakin Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk memaksimalkan potensinya dan untuk menarik lebih banyak investasi domestik dan asing. Di UOB Indonesia, kami hadir untuk mendukung nasabah kami di Indonesia serta mereka yang ingin berekspansi ke Indonesia maupun ke seluruh kawasan regional dengan memanfaatkan kekuatan jaringan luas UOB Group. Dengan demikian, kami akan membantu berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan di kawasan regional."


Hendra Gunawan
Presiden Direktur, PT Bank UOB Indonesia"Singapura tetap melihat Indonesia sebagai negara yang paling menarik untuk investasi. Hampir 30 persen total FDI yang masuk ke Indonesia berasal dari Singapura. Tahun lalu mencapai USD 9,8 miliar, tahun ini di semester pertama 2021 sebesar USD 4,7 miliar. Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia dan para pengusaha Indonesia bagaimana menangkap peluang dan menarik investor dari Singapura untuk menanamkan modalnya di Indonesia."


Y.M. Suryo Pratomo
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Singapura"Perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh lebih kuat di tengah pulihnya permintaan domestik dan eksternal yang menguntungkan serta didukung kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, dan belanja infrastruktur yang berkelanjutan. Reformasi struktural pada tahap lanjut yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan investasi, peningkatan ekspor bersih, serta upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan berperan sangat penting terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi."


Enrico Tanuwidjaja
Ekonom UOB"Digital ekonomi adalah sebuah keharusan, suatu kenyataan yang tidak bisa dihindari. Dengan demikian, digital ekonomi dapat membantu memperkecil gap bagi yang belum menggunakan digitalisasi dan hal ini adalah bagian dari tugas kami di Kementerian Perdagangan. Kami berkomitmen tahun depan akan mencurahkan setidaknya 1 juta pelaku ekonomi baru untuk berdagang, berjualan, berusaha di media digital, setidaknya di pasar e-commerce online."


Muhammad Lutfi
Menteri Perdagangan Republik Indonesia"Pandemi harus kita jadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia. Mari kita manfaatkan semua peluang ini dengan sigap untuk menggeliatkan ekonomi dengan terus menjaga kesehatan agar tercipta pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata."


Ir. H. Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia"Reformasi struktural dilakukan dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang ini memberikan kemudahan berusaha sehingga dapat meningkatkan iklim investasi, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.Pemerintah juga mengalokasikan modal tambahan sebesar Rp 60 triliun di tahun 2021 agar Indonesia Investment Authority dapat melakukan investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi."


Airlangga Hartanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia"Kedepannya, kami melihat peluang yang akan muncul di bidang konektivitas, digitalisasi, dan keberlanjutan. Dengan basis kuat yang didukung talenta muda yang memiliki visi panjang, terampil, dan cakap digital, serta daya beli yang kuat, Indonesia akan mampu memanfaatkan peluang ini serta memainkan peran yang penting di kawasan regional."


Wee Ee Cheong
Deputy Chairman and Chief Executive Officer, UOB
UOB Insights
UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022 seiring dengan upaya pemerintah untuk terus melanjutkan reformasi struktural, menciptakan aliran pendapatan komoditas yang berkelanjutan, memanfaatkan konsumsi domestik yang kuat, serta memanfaatkan konektivitas dengan rantai nilai global. Dapatkan insight selengkapnya dari UOB Economic Outlook 2022 dengan mengunduh materi presentasi dari Ekonom UOB Indonesia.
Temukan juga UOB Insights lainnya seputar ekonomi dan sektor industri disini.



