You are now reading:
UOB Indonesia Mencatat Pertumbuhan Kredit Sebesar 36,66%
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Mencatat Pertumbuhan Kredit Sebesar 36,66%
Jakarta, 28 Juli 2011 – Dalam laporan kinerja semester I tahun 2011, PT Bank UOB Indonesia (“UOB Indonesia”) mencatat pertumbuhan total aktiva sebesar 29,03% mencapai Rp43,99 triliun pada bulan Juni 2011 dibandingkan Rp34,10 triliun pada periode yang sama tahun 2010. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh pertumbuhan portofolio kredit dan dana pihak ketiga.
Safrullah Hadi Saleh, Direktur UOB Indonesia menyampaikan bahwa, “Portofolio kredit UOB Indonesia meningkat cukup signifikan yaitu sebesar Rp9,08 triliun atau 36,66% dari Rp24,76 triliun pada Juni 2010 menjadi Rp33,84 triliun pada Juni 2011.”
Portofolio kredit UOB Indonesia terutama ditopang oleh penyaluran kredit kepada sektor komersial dan korporasi yang menguasai 87,03% dari total portofolio kredit Bank. Pertumbuhan kredit tersebut, senantiasa disertai dengan sikap kehati-hatian. Hal ini terbukti bahwa peningkatan portofolio kredit Bank tidak diikuti dengan peningkatan NPL, dimana rasio NPL gross Bank bahkan mengalami penurunan menjadi 2,02% pada Juni 2011 dibandingkan 2,59% pada Juni 2010.
Dana pihak ketiga UOB Indonesia pada semester I 2011 tercatat sebesar Rp33,28 triliun, meningkat cukup signifikan dibandingkan periode I tahun sebelumnya sebesar Rp24,13 triliun. Peningkatan tersebut terutama mendapat kontribusi dari pertumbuhan Deposito dan Tabungan masing-masing sebesar Rp6,40 triliun dan Rp2,91 triliun. LDR Bank tercatat sebesar 101,67%, hal ini terutama dikarenakan peningkatan portofolio kredit belum berimbang dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga.
Bank terus berupaya meningkatkan portofolio dana murah dengan meluncurkan produk unggulan “Giro UOB” pada bulan Juni lalu. Giro UOB merupakan produk giro yang memberikan 3 benefit sekaligus kepada nasabah yaitu hadiah langsung yang sangat berkelas, gratis biaya transaksi tak terbatas dan suku bunga yang kompetitif. Produk yang mengedepankan kenyamanan transaksi perbankan sekaligus memberikan keuntungan bagi nasabah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan portofolio Giro Bank dimasa mendatang.
Seiring dengan pertumbuhan portofolio Kredit, pendapatan bunga bersih Bank juga mengalami peningkatan sebesar 6,01% menjadi Rp999,21 miliar per 30 Juni 2011 dari Rp942,55 miliar pada 30 Juni 2010. Peningkatan pendapatan bunga bersih menunjukan usaha Bank untuk senantiasa memberikan suku bunga yang kompetitif bagi nasabahnya.
UOB Indonesia secara konsisten memiliki rasio-rasio keuangan yang baik seperti rasio kecukupan modal (CAR) per 30 Juni 2011 tercatat sebesar 19,27%, rasio rentabilitas seperti ROA sebesar 2,55% dan ROE sebesar 11,81. Sedangkan rasio NIM tercatat sebesar 5,57%.
Sesuai dengan PSAK No. 38 “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, laporan keuangan Bank per 30 Juni 2011 disajikan seolah-olah UOB Indonesia telah melakukan merger dengan eks. UOB Indonesia sejak permulaan periode yang disajikan.
Kinerja UOB Indonesia selama ini juga telah mendapat pengakuan dan membuahkan penghargaan dari pihak-pihak independen. Selama tahun 2011, beberapa penghargaan yang didapat antara lain predikat Sangat Bagus atas kinerja keuangan tahun 2010 dan Platinum Award atas Kinerja Keuangan Sangat Bagus selama 10 tahun berturut-turut yaitu tahun 2001-2010 keduanya dari Majalah Infobank dan penghargaan ABFI Banking Award Best Performance Banking 2011 Kategori Swasta Menengah dari Kelompok Tempo Media dan ABFI Institute Perbanas.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.