You are now reading:
UOB Indonesia Mencatat Pertumbuhan Kredit Sebesar 43.38% di Tahun 2011
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Mencatat Pertumbuhan Kredit Sebesar 43.38% di Tahun 2011
Jakarta, 1 October 2013 – PT Bank UOB Indonesia (“UOB Indonesia”) berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 43.38% menjadi Rp39.36 triliun pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp27,45 triliun di tahun 2010. Pertumbuhan tersebut di atas pertumbuhan kredit rata-rata perbankan nasional yang tercatat sebesar 24,1%.
Safrullah Hadi Saleh, Direktur UOB Indonesia menjelaskan, “Setelah menyelesaikan proses merger pada tahun 2010, kami tetap fokus mengembangkan bisnis inti Bank. Sinergi yang dihasilkan dari merger tersebut, salah satunya adalah keberhasilan Bank untuk meningkatkan pertumbuhan kredit. Selain itu, pertumbuhan kredit tersebut juga merupakan kesuksesan dari implementasi strategi bisnis yang dilakukan manajemen di tahun 2011”.
Seluruh segmen kredit Bank pertumbuhan yang kuat di tahun 2011. Namun, sesuai dengan fokus usaha Bank, segmen Business Banking yang melayani pemberian kredit pada segmen SME memberikan kontribusi peningkatan kredit yang paling besar, diikuti oleh segmen Consumer Banking, Corporate Banking dan Kredit Konsumer.
Meskipun mencatat peningkatan kredit yang signifikan, namun Bank selalu menegakkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit serta manajemen yang baik terhadap kredit bermasalah. Pada tanggal 31 Desember 2011 Bank mencatat rasio NPL (Non-Performing Loans) sebesar 1,53% atau turun sebesar 125 basis point dibandingkan periode yang sama tahun 2010 sebesar 2,78%. LDR Bank tercatat sebesar 91,70%.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu sebesar 51,80% dari Rp26,28 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp42,90 triliun pada akhir tahun 2011. Pertumbuhan DPK tersebut terutama mendapat kontribusi dari peningkatan Deposito Berjangka dan Giro yang masing-masing meningkat sebesar Rp12,51 triliun dan Rp1,64 triliun menjadi Rp30,26 triliun dan Rp4,84 triliun. Tabungan juga meningkat menjadi sebesar Rp7,85 triliun. Berbagai strategi diimplementasikan oleh Bank dalam rangka meningkatkan portofolio DPK, antara lain peluncuran produk Giro UOB dan produk tabungan UOB Saving Plan.
Selama tahun 2011, Bank berhasil mengelola pendapatan bunga bersih sehingga mencatat peningkatan sebesar 5,01% menjadi Rp2,09 triliun dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp1,99 triliun. Pada tahun 2011, Bank juga berhasil meningkatkan fee based income sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan Bank. Fee based income Bank meningkat sebesar 48,46% menjadi Rp639,27 miliar.
Selama tahun 2011, Bank terus melakukan pengembangan jaringan kantor. Renovasi dan relokasi telah dilakukan di cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank juga terus berinvestasi melalui perekrutan sumber daya manusia yang berkualitas untuk memperkuat tim UOB Indonesia.
Laba sebelum pajak Bank per Desember 2011 tercatat sebesar Rp1,08 triliun, sedikit menurun dibandingkan tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp1,15 triliun.
Bank telah menjaga rasio keuangan dan profitabilitas secara konsisten. Per 31 Desember 2011, Rasio-rasio keuangan UOB Indonesia tetap terjaga dengan baik, seperti rasio ROA (Return on Assets) sebesar 2,30%, ROE (Return on Equity) sebesar 11,43% dan NIM (Net Interest Margin) sebesar 5,14%. Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) UOB Indonesia tercatat sebesar 17,61%, masih jauh diatas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.
Atas kinerja Bank selama tahun 2011, Bank mendapat peringkat "AAA" (idn) dengan prospek stabil dari lembaga rating Fitch Rating Indonesia.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.