You are now reading:
UOB Indonesia Mencatat Peningkatan Laba Bersih Sebesar 53,80% (year on year) dari Rp396,11 miliar menjadi Rp609,23 miliar per 30 June 2012
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Mencatat Peningkatan Laba Bersih Sebesar 53,80% (year on year) dari Rp396,11 miliar menjadi Rp609,23 miliar per 30 June 2012
Jakarta, 15 Agustus 2012 – Selama semester I/2012, PT Bank UOB Indonesia (“UOB Indonesia”) secara konsisten, berhasil membukukan kinerja yang gemilang. Per 30 Juni 2012, UOB Indonesia mencatat Laba Bersih sebesar Rp609,23 miliar atau meningkat sebesar 53,80% (year on year) dari Rp396,11 miliar pada bulan Juni 2011. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan Pendapatan Bunga Bersih UOB Indonesia sebesar 26,92% dari Rp999,21 miliar pada semester I/2011 menjadi Rp1,27 triliun pada semester II/2012, ditopang oleh pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh UOB Indonesia. Selain itu, UOB Indonesia juga berhasil menerapkan strategi bisnis yang tepat khususnya terhadap manajemen suku bunga Bank, sehingga meskipun Dana Pihak Ketiga (DPK) UOB Indonesia juga mengalami peningkatan, namun peningkatan beban bunga tidak sebesar peningkatan pendapatan bunga. UOB Indonesia juga berusaha terus meningkatkan pendapatan operasional selain bunga.
Portofolio kredit UOB Indonesia per 30 Juni 2012 tercatat sebesar Rp43,02 triliun atau meningkat sebesar Rp3,66 triliun (9,30%) dari Rp39,36 triliun pada akhir tahun 2011. Armand B. Arief, Direktur Utama UOB Indonesia menjelaskan, “Pertumbuhan kredit yang dialami oleh UOB Indonesia pada semester pertama tahun 2012 terutama didominasi oleh peningkatan kredit Komersial. Per Juni 2012, komposisi kredit Bank terdiri dari 37% kredit ritel dan konsumer serta 63% kredit komersial dan korporasi”.
Pemberian kredit senantiasa disertai dengan prinsip kehati-hatian serta manajemen yang baik terhadap kredit bermasalah, hal ini tercermin pada penurunan rasio NPL yang tercatat sebesar 1,48% pada tanggal 30 Juni 2012, turun dari 1,59% pada periode yang sama tahun 2011.
Untuk mengimbangi pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) UOB Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada tanggal 30 Juni 2012, total DPK tercatat sebesar Rp46,31 triliun, meningkat sebesar 7,94% dibandingkan Desember 2011. Peningkatan DPK pada semester I/2012 terutama berasal dari peningkatan Tabungan sebesar Rp2,18 triliun menjadi Rp9,98 triliun dan peningkatan Giro sebesar Rp1,98 triliun menjadi Rp6,82 triliun. Peningkatan Giro dan Tabungan tersebut menyebabkan komposisi dana murah UOB Indonesia meningkat menjadi sebesar 36,29% dari total DPK UOB Indonesia.
Peningkatan Tabungan tersebut, merupakan bagian dari strategi diversifikasi produk dan program yang telah dilakukan oleh UOB Indonesia. Setelah sukses dengan produk UOB Saving Plan-nya, UOB Indonesia juga aktif meluncurkan program-program tabungan berhadiah, seperti program UOB Golden Ticket dan lain-lain.
Kinerja keuangan UOB Indonesia yang terus membaik, tercermin pula dalam rasio keuangannya. Per 30 Juni 2012, Rasio-rasio keuangan UOB Indonesia tetap terjaga dengan baik, seperti rasio ROA (Return on Assets) sebesar 2,72%, ROE (Return on Equity) sebesar 16,61% dan NIM (Net Interest Margin) sebesar 5,21%. Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) UOB Indonesia tercatat sebesar 16,86%, masih jauh diatas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.