You are now reading:
UOB Indonesia Salurkan Kredit Rp45T di Q1/2013
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Salurkan Kredit Rp45T di Q1/2013
Jakarta, 30 Mei 2013 – PT Bank UOB Indonesia (“UOBI”) mengumumkan hari ini bahwa hingga kuartal I/2013 yang berakhir pada 31 Maret 2013, Bank berhasil merealisasikan penyaluran kredit sebesar Rp44,76 triliun, tumbuh 10,60% dibandingkan Rp40,47 triliun pada kuartal pertama 2012.
“Pertumbuhan kredit UOBI mendorong kenaikan beberapa rasio keuangan perseroan sepanjang 3 bulan pertama 2013,” kata Presiden Direktur UOBI Armand B. Arief.
Rasio Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,39%, sedangkan Return on Equity (ROE) sebesar 14,91% dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,56%.
Neraca keuangan perseroan hingga Maret 2013 mencatat penghimpunan laba bersih setelah pajak tahun berjalan sebesar Rp306,48 miliar, terutama diperoleh dari pendapatan bunga.
“Di sisi neraca, pada kuartal pertama tahun ini, Bank berfokus pada pengelolaan likuiditas. Sementara dari sisi perseroan, Bank juga tengah menyelesaikan persiapan akhir untuk pembaharuan sistem Core Banking sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur dan teknologi informasi,” kata Armand.
Armand menambahkan bahwa setelah pembaharuan sistem Core Banking di bulan Juli tahun ini, Bank akan memiliki platform yang lebih baik dalam mendukung strategi dan inisiatif bisnis Bank untuk lebih meningkatkan rencana pelepasan kredit pada paruh kedua tahun ini, dengan tetap menjaga kualitas portofolio kredit dengan disiplin dalam menerapkan prinsip kehati-hatian.
Rasio Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 1,71% masih jauh di bawah ketentuan maksimum Bank Indonesia sebesar 5%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) UOBI tercatat sebesar 91,48% per 31 Maret 2012, mengukuhkan peran intermediasi Bank sebagai sumber pembiayaan ekonomi.
Sementara itu, Bank juga mencatat peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank hingga sebesar Rp7,743 triliun pada posisi 31 Maret, 2013. Bank juga berhasil menjaga modal bank dan mengelola risiko seperti tercermin dalam Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 17,40%, masih jauh di atas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%, terutama karena ditopang oleh kuatnya permodalan yang mencapai Rp8,84 triliun hingga 31 Maret 2013.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.