You are now reading:
UOB Indonesia Berikan Fasilitas KPR Bagi Karyawan PT Johnson Home Hygiene Products Group
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Berikan Fasilitas KPR Bagi Karyawan PT Johnson Home Hygiene Products Group
Jakarta, 30 Januari 2013 – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menandatangani kerjasama fasilitas penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi karyawan PT Johnson Home Hygiene Products (JHHP) Group.
Kerjasama ini sejalan dengan fokus UOB Indonesia dalam mengembangkan bisnis KPR seiring dengan pertumbuhan industri properti di Indonesia.
“Rumah merupakan kebutuhan primer seperti halnya juga sandang dan pangan, oleh karena itu UOB Indonesia memberikan kemudahan bagi karyawan JHHP Group untuk memiliki rumah idaman melalui solusi pembiayaan KPR. Ke depannya kami akan terus melihat kesempatan untuk melaksanakan kerjasama serupa dengan perusahaan lainnya” ujar Presiden Direktur UOB Indonesia, Armand B. Arief.
Pada kuartal ketiga tahun 2012, bisnis KPR UOB Indonesia tumbuh sebesar 51% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009.
Melalui kerjasama ini karyawan JHHP Group yang tinggal di lima kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dan Balikpapan, dapat memindahkan KPRnya dari bank lain ke UOB Indonesia dan mendapatkan subsidi bunga untuk fasilitas KPR UOB Indonesia. JHHP Group merupakan Multi National Company yang memiliki 1500 karyawan dengan fokus utama pada produk anti serangga, pengharum ruangan dan pembersih rumah.
Francisco Dela Fuente Guerra III mengatakan “Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan karyawan JHHP Group, kami memfasilitasi program KPR ini. Kami yakin hal ini akan bermanfaat bagi karyawan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka”.
Data terakhir yang dirilis PriceWaterhouseCoopers di awal Desember 2012 menyatakan bahwa Jakarta akan menjadi pasar properti utama di Asia pada tahun 2013 mengalahkan Hong Kong dan Singapura. Hal ini didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang stabil tercermin dari tingkat suku bunga dan inflasi yang terkendali, serta peningkatan aliran dana investasi dari pihak asing dikisaran 39% hingga pertengahan tahun 2012.
Penandatangan kerjasama ini dilaksanakan di Jakarta yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari kedua belah pihak.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.