You are now reading:
UOB Indonesia Catat Peningkatan Laba Bersih 40% di 2012
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Catat Peningkatan Laba Bersih 40% di 2012
Jakarta, 3 April 2013 – Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2012, PT Bank UOB Indonesia (“UOB Indonesia”) berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp1,11 triliun atau meningkat sebesar 40% (year on year) dari Rp793,56 miliar pada bulan Desember 2011. Peningkatan ini berasal dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih UOB Indonesia sebesar 21,74% senilai Rp2,55 triliun pada 31 Desember 2012 dibandingkan dengan Rp2,09 triliun pada 31 Desember 2011. Pendapatan operasional selain bunga juga mengalami kenaikan sebesar 17% (year on year).
Kinerja keuangan yang baik ini menggarisbawahi komitmen UOB Indonesia dalam pendekatan yang berdisiplin untuk mencapai pertumbuhan dengan berfokus pada segmen –segmen yang ditargetkan dan pendapatan yang terjaga tingkat risikonya, dalam rangka membangun neraca yang lebih kuat, pendapatan yang lebih beragam serta relasi lebih mendalam dengan nasabah.
Portofolio kredit UOB Indonesia per 31 Desember 2012 tercatat sebesar Rp44,98 triliun atau meningkat sebesar 14,28% dari Rp39,36 triliun pada akhir tahun 2011. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross per 31 Desember 2012 tercatat sebesar 1,81% masih jauh di bawah ketentuan maksimum BI yaitu sebesar 5%.
Untuk mengimbangi pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) UOB Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada tanggal 31 Desember 2012, total DPK tercatat sebesar Rp46,54 triliun, meningkat sebesar 8,47% dibandingkan Desember 2011. Peningkatan DPK hingga akhir 2012 terutama berasal dari peningkatan deposito sebesar Rp3,13 triliun (10.34%). Loan to Deposit Ratio (LDR) UOB Indonesia tercatat sebesar 96,64% per 31 Desember 2012 mengukuhkan peran intermediasi Bank sebagai sumber pembiayaan ekonomi.
“Pencapaian Kinerja keuangan UOB Indonesia tentunya tidak lepas dari dukungan para nasabah dan seluruh staf UOB beserta pemangku kepentingan terkait dalam kegiatan bisnis sepanjang tahun 2012. Ke depan, manajemen UOB Indonesia berkomitmen untuk selalu menjadi lebih baik dalam produk, layanan serta infrastruktur sesuai dengan perkembangan pasar dan kebutuhan nasabah,” ujar Presiden Direktur UOB Indonesia, Armand B. Arief.
Kinerja keuangan UOB Indonesia yang terus membaik, tercermin pula dalam rasio keuangannya. Per 31 Desember 2012, Rasio-rasio keuangan UOB Indonesia tetap terjaga dengan baik, seperti rasio ROA (Return on Assets) sebesar 2,60%, ROE (Return on Equity) sebesar 14,97% dan NIM (Net Interest Margin) sebesar 5,07%. Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) UOB Indonesia tercatat sebesar 16,77%, masih jauh di atas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.