You are now reading:
UOB Indonesia Bukukan Total Aset Rp71,3T hingga 2013
you are in About Us


You are now reading:
UOB Indonesia Bukukan Total Aset Rp71,3T hingga 2013
Jakarta, 8 April 2014 – PT Bank UOB Indonesia (UOBI) mengumumkan bahwa total aset Bank berhasil tumbuh sebesar 20 persen menjadi Rp71.3 triliun pada tahun 2013, yang ditopang oleh peningkatan pembiayaan pada nasabah korporat dalam pengembangan bisnis mereka. Peningkatan aset didorong oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp52,26 triliun, naik 16 persen dari Rp44,97 triliun, di tahun 2012.
Kualitas kredit juga terjaga dengan baik sebagaimana tercermin dari non performing loan (NPL) sebesar 1,15%, masih jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar 5%.
Kontribusi penyaluran kredit berasal dari sejumlah bidang usaha, antara lain: commercial banking (44.69%), business banking (23.63%), corporate banking (18.68%), dan retail banking (13%).
Presiden Direktur Bank UOB Indonesia, Armand B. Arief mengatakan, bahwa Bank telah menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi perekonomian yang menantang pada tahun 2013. Inflasi yang tinggi, kenaikan suku bunga acuan di paruh kedua dan gejolak perekonomian global adalah sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja sektor keuangan sepanjang tahun lalu.
“Dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan senantiasa berupaya menyediakan produkproduk yang berorientasi pada kebutuhan nasabah, kami melanjutkan pertumbuhan dengan mempertahankan neraca keuangan yang sehat melalui penambahan nasabah baru dan deposits base, dari perspektif pendanaan,” terang Armand.
Sepanjang tahun 2013, total dana pihak ketiga, tumbuh 23 persen menjadi Rp 57,21 triliun pada 2013, dibandingkan Rp46,53 triliun pada tahun sebelumnya, sementara rasio kredit terhadap simpanan (LDR/loan to deposit ratio) berada di posisi 91,15 persen.
Bank berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1.14 triliun, dengan pendapatan bunga bersih tetap stabil sebesar Rp2.59 triliun, sedangkan pendapatan dari fee dan komisi tumbuh 16.89 persen menjadi Rp730.65 milyar, hingga 31 Desember 2013
Stabilitas Bank juga tercermin dalam indikator rasio keuangan yang sehat, antara lain: tingkat rasio kecukupan modal (CAR/capital adequacy ratio) sebesar 14,94 persen, return on assets sebesar 2,38 persen; dan return on equity sebesar 14.29 persen.
“Fokus Bank di tahun 2014 adalah mencapai pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dan pemenuhan kebutuhan nasabah,” tegas Armand.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.