You are now reading:
“Exploitation of Fish” dianugerahkan sebagai UOB Painting of the Year 2015
you are in About Us


You are now reading:
“Exploitation of Fish” dianugerahkan sebagai UOB Painting of the Year 2015
Jakarta, 26 Oktober 2015 – PT Bank UOB Indonesia (UOBI) menganugerahkan Anggar Prasetyo sebagai juara dalam kompetisi UOB Painting of the Year 2015 di kategori pelukis profesional1, kategori tertinggi dalam lomba seni lukis yang digelar oleh UOBI. Sebagai pelukis yang masuk dalam kategori profesional, Pria berusia 42 tahun tersebut sebelumnya pernah melakukan pameran lukisan di lebih dari 200 kota.
Karya seni Anggar Prasetyo yang memenangkan kompetisi ini berjudul “Exploitation of Fish”, menggambarkan dampak dari penangkapan ikan yang berlebihan sehingga mengurangi cadangan ikan di lautan. Tehnik pembuatan lukisan menggunakan cat semprot dan dikombinasikan dengan cat acrylic menghasilkan efek dimensi yang timbul ke permukaan meskipun menggunakan kanvas yang datar.
Anggar Prasetyo mengatakan “Laut memberikan manusia berbagai keanekaragaman hayati yang melimpah dan sepatutnya menjadi tanggung jawab setiap insan manusia untuk melestarikannya. Generasi yang akan datang berhak untuk menikmati laut yang bersih dan bukan sebagai sebuah dengan eksploitasi laut secara berlebihan”.
Sebagai pemenang UOB Painting of the Year 2015, Anggar Prasetyo mendapatkan hadiah senilai Rp250 Juta. Hasil karya Anggar selanjutnya akan dikompetisikan dengan pelukis-pelukis dari Malaysia, Singapura dan Thailand yang memenangkan kompetisi UOB Painting of Year di masing-masing negara tersebut untuk mendapatkan gelar sebagai UOB Southeast Asian Painting of the Year. Selain itu Anggar juga berkesempatan untuk memenangkan residency programme di Fukuoka Asian Art Museum di Jepang.
Pada kategori Pendatang Baru, pelukis Dian Pramana Putra Wijaya dinobatkan sebagai The Most Promising Artist of the Year dengan hasil karya “Place of Farming”. Senada dengan karya Anggar Prasetyo, lukisan Dian menggambarkan dampak dari kemajuan teknologi terutama melalui media sosial yang memicu keserakahan insan manusia dan mendorong nafsu untuk menghancurkan.
Armand B. Arief, Presiden Direktur UOB Indonesia menyampaikan bahwa UOB berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan seni di Indonesia karena seni memainkan peranan yang penting dalam lingkungan masyarakat yang dinamis dan kreatif. Meskipun kita melihat maraknya interaksi sosial disebabkan oleh kemajuan yang sangat pesat di bidang teknologi, seni tetap menjadi sebuah media yang penting bagi khalayak umum untuk mengangkat berbagai aspek yang mempengaruhi lingkungan kita.
“Kami bangga kegiatan kompetisi tahunan UOB Painting of the Year terus mendorong seniman-seniman di berbagai pelosok Indonesia untuk menghasilkan karya seni yang luar biasa, memberikan inspirasi dan menyatukan masyarakat. Talenta seniman-seniman Indonesia kini semakin dikenal di luar negeri.” ujar Armand.
Pemilihan lukisan pemenang dilakukan oleh Dewan Juri yang beranggotakan Agus Dermawan T, seorang konsultan seni di Istana Presiden Republik Indonesia, Kuss Indarto, kurator dan pemimpin editor di berbagai media publikasi antara lain Indonesian Art News dan Harian Berita Nasional Jogja, serta turut serta Edwin Rahardjo, Ketua Asosiasi Galeri Seni Indonesia sekaligus pemilik Edwin Gallery.
Melahirkan alumni-alumni dengan talenta berbakat
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pagelaran kompetisi UOB Painting of the Year telah melahirkan alumni pelukis-pelukis berbakat. Pelukis-pelukis yang telah memenangi kompetisi UOB Painting of the Year antara lain Gatot Indrajati, pemenang perdana kompetisi UOB Painting of the Year di tahun 2011, dan hasil karnya baru-baru ini berjudul “The Puppet State” telah dipamerkan di Indonesia, Singapura, Korea Selatan dan Shanghai.
Y. Indra Wahyu, pelukis yang dikenal dengan bakatnya menggunakan tehnik cat air dan skesta, yang merupakan pelukis Indonesia pertama mendapatkan gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year di tahun 2012. Pelukis lainnya adalah Suroso Isur, yang memenangkan kompeitisi UOB Painting of the Year di 2013 dan hasil karyanya telah dipamerkan di berbagai galeri seni di Indonesia. Serta tidak ketinggalan Antonius Subiyanto, pemenang kompetisi UOB Painting of the Year 2014 (Indonesia) dan juga menjuarai 2014 UOB Southeast Asian Painting of the Year. Hasil karya Antonius telah dipamerkan di berbagai kota di Indonesia.
Pameran lukisan
Seluruh hasil karya seniman-seniman yang berhasil dalam masuk dalam babak finalis akan dipamerkan di kantor pusat UOB Indonesia, bertempat di UOB Plaza, Jakarta dari tanggal 26 Oktober hingga 30 November 2015. Di saat yang sama UOB Art Gallery di Singapura melakukan pameran lukisan para pemenang UOB Painting of the Year dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand.
Daftar pemenang kompetisi UOB Painting of the Year 2015 (Indonesia)
Kategori Profesional
| Penghargaan | Pemenang | Judul Lukisan | Nilai Hadiah |
| UOB Painting of the Year Award | Anggar Prasetyo | Exploitation of Fish | Rp250 Juta |
| Gold Award | Sapto Sugiyo Utomo | “CV” Rumah Kardus | Rp100 Juta |
| Silver Award | Rocka Radipa | Good Vibration | Rp80 Juta |
| Bronze Award | Andy Firmanto | Menanam Padi di Langit | Rp50 Juta |
Kategori Pendatang Baru
| Penghargaan | Pemenang | Judul Lukisan | Nilai Hadiah |
| Most Promising Artist of the Year Award | Dian Pramana Putra Wijaya | Place of Farming | Rp30 Juta |
| Gold Award | Laksamana Ryo | Journey of a Dreamer | Rp25 Juta |
| Silver Award | Turi Raharjo | Gajahku Menangis | Rp15 Juta |
| Bronze Award | Tito Tryamei | Berbagi Cerita | Rp10 Juta |

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.