You are now reading:
Perusahaan Singapura, Thailand dan Tiongkok Berminat Melakukan Ekspansi ke Indonesia
you are in About Us


You are now reading:
Perusahaan Singapura, Thailand dan Tiongkok Berminat Melakukan Ekspansi ke Indonesia
Jakarta, 25 February 2015 – Semakin meningkatnya kelas menengah di Indonesia mendorong minat tinggi dari perusahaan-perusahaan Singapura, Thailand dan Tiongkok untuk menangkap peluang bisnis di Indonesia, hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh UOB berjudul United Overseas Bank (UOB)’s Asian Enterprise Survey 2014. Sebanyak 90 juta jiwa atau 40% dari jumlah total populasi Indonesia dikategorikan sebagai kelas menengah2 dan hal ini mendasari ketertarikan perusahaan-perusahaan dari Singapura (26 persen), Thailand (25 persen) dan Tiongkok (21 persen) untuk ekspansi ke Indonesia.
Iwan Satawidinata, Deputy Chief Executive Officer of Business, PT Bank UOB Indonesia, mengatakan bahwa dengan meningkatnya pendapatan di sektor kelas menengah, mengakibatkan peningkatan daya beli, mengubah pola konsumsi dan meningkatkan minat belanja, hal-hal ini menciptakan peluang bagi perusahaan-perusahaan di Asia untuk berekspansi ke Indonesia.
“Seiring dengan peningkatan pendapatan dan urbanisasi, perusahaan yang mampu menawarkan produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan kelas menengah Indonesia akan mendapatkan posisi yang baik untuk pertumbuhan bisnisnya. Perusahaan-perusahaan yang mampu menangkap peluang bisnis yang tersedia di Indonesia dapat membantu kelanjutan pertumbuhan mereka” ujar Iwan Satawidinata.
Kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia menciptakan peluang bisnis
Pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia yang didukung oleh kenaikan tingkat pendapatan dan kondisi ekonomi yang membaik, perusahaan-perusahaan di Asia tertarik untuk berpartisipasi dalam membangun infrastruktur di Indonesia.
Ho Woei Chen, Senior Economist, UOB Group mengatakan bahwa lonjakan pembangunan infrastruktur di Indonesia diamati dengan seksama oleh berbagai negara di kawasan regional Asia. Berdasarkan UOB Asian Enterprise Survey 2014, perusahaan konstruksi dari Malaysia (50 persen), Singapura (40 persen), Thailand (33 persen) dan Hong Kong (33 persen) sangat optimis akan rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Pengeluaran di jasa konstruksi untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur Indonesia membuka peluang investasi dan bisnis bagi jenis usaha lainnya seperti logistik, makanan dan minuman serta perhotelan. Untuk mendorong lebih banyak investasi asing langsung, badan penanaman modal Indonesia bekerjasama dengan semua kementerian untuk mengurangi proses birokrasi dan meningkatkan profil Indonesia sebagai lokasi tujuan investasi yang atraktif” ujar Ho Woei Chen.
UOB Asian Enterprise Survey 2014 menunjukkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas (42 persen), makanan dan minuman (33 persen), perhotelan (32 persen), konstruksi dan manufaktur (28 persen) melihat ekspansi di Indonesia sebagai bagian dari strategi mereka mengembangkan bisnisnya.
UOB Indonesia membantu perusahaan-perusahaan asing untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia beberapa diantaranya dari sektor konstruksi, pertambangan, real estate dan industri jasa lainnya dengan memberikan akses beragam layanan perbankan individu dan layanan korporasi yang membantu mereka memaksimalkan peluang bisnis di Asia melalui jaringan layanan kantor UOB.
“Ketika perusahaan-perusahaan Asia mengembangkan bisnisnya di kawasan regional Asia, melalui jaringan UOB yang kuat dan pemahaman yang mendalam terhadap ekonomi lokal, membuat kami dapat membantu nasabah membuat pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan bisnis dan ekspansi mereka” ujar Iwan.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.