You are now reading:
Transformasi ekonomi Myanmar menarik minat satu dari empat perusahaan Asia untuk berinvestasi
you are in About Us


You are now reading:
Transformasi ekonomi Myanmar menarik minat satu dari empat perusahaan Asia untuk berinvestasi
Yangon, Myanmar, 23 Maret 2015 – Myanmar merupakan salah satu negara tujuan investasi bagi perusahaan-perusahaan Asia di tahun 2015, hal ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh United Overseas Bank (UOB). Hasil riset yang berjudul “UOB Asian Enterprise Survey 2014” menunjukkan satu dari empat perusahaan Asia berencana untuk berekspansi ke Myanmar tahun ini.
Myanmar merupakan lokasi investasi yang menarik untuk jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan kaum urban di negara berpenduduk 60 juta jiwa. The McKinsey Global Institute mempredisikan dibutuhkan dana sejumlah S$ 320 Juta untuk investasi infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi Myanmar.
Sepertiga perusahaan dari Hong Kong (31 persen) menyatakan bahwa mereka akan berekspansi ke Myanmar di 2015, hal yang sama juga dinyatakan dari perusahaan di Thailand (28 persen), Tiongkok (26 persen), Malaysia (25 persen), Singapura (21 persen) dan Indonesia (18 persen).
Ian Wong, Managing Director, Group Strategy and International Management, UOB Group mengatakan UOB berkomitmen untuk membantu nasabahnya melakukan investasi di industri-industri yang mendorong pertumbuhan di Myanmar secara berkesinambungan.
“Untuk membangun pondasi yang kokoh guna menunjang pertumbuhan ekonomi Myanmar jangka panjang, Myanmar harus mampu menarik investasi di bidang trasnportasi, listrik dan telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan yang memiliki spesialisasi di bidang-bidang tersebut mendapatkan kesempatan menjadi bagian transformasi ekonomi Myanmar, dan kami berkeinginan untuk membantu mereka” ujar Ian Wong.
Investasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di Myanmar, juga menciptakan peluang bisnis bagi perusahaan di bidang informasi teknologi, jasa, konstruksi dan pertanian. Menurut UOB Asian Enterprise Survey 2014, perusahaan-perusahaan Indonesia yang berminat berinvestasi di Myanmar dari sektor Informasi Teknologi (38 persen), jasa (38 persen), konstruksi (25 persen) dan pertanian (25 persen).
Liberalisasi keuangan untuk menumbuhkan investasi asing langsung ke Myanmar
Salah satu faktor memfasilitasi pertumbuhan investasi ke Myanmar adalah dengan melakukan liberalisasi di sektor perbankan. Akses untuk kebutuhan pendanaan kini tersedia lebih luas dengan diberikannya ijin kepada sembilan bank internasional asing tahun lalu, termasuk UOB.
Liberalisasi sektor keuangan Myanmar merupakan topik utama pada forum diskusi peluang dan tantangan dalam pertumbuhan Myanmar. The ASEAN-Myanmar Forum diselenggarakan oleh Singapore Institute of International Affaris bersama Kamar Dagang dan Industri Myanmar serta Kamar Dagang dan Industri Singapura. Acara ini memberikan penjelasan kepada para nasabah regional UOB dalam mengeksplorasi beragam kesempatan di Myanmar.
Berbicara di kesempatan forum tersebut, Ian Wong mengatakan UOB melihat minat tinggi dari nasabah-nasabahnya untuk berinvestasi di Myanmar. “Pembukaan kantor cabang kami di Yangon dalam beberapa bulan mendatang memberikan kami peluang untuk bekerjasama lebih erat dengan Bank Sentral Myanmar dan bank lokal dalam meyediakan layanan perbankan lintas batas dan juga memberikan solusi untuk kebutuhan investasi dan pengembangan bisnis di Myanmar” ujar Ian Wong.
Ian Wong mengatakan perusahaan-perusahaan yang berminat untuk ekspansi ke Myanmar dapat memanfaatkan layanan UOB di kawasan regional melalui layanan perbankan korporasi serta jaringan cabang UOB.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.