You are now reading:
Survei UOB: 76 Persen Perusahaan Indonesia Optimis bahwa MEA akan Membantu Pertumbuhan Bisnis
you are in About Us


You are now reading:
Survei UOB: 76 Persen Perusahaan Indonesia Optimis bahwa MEA akan Membantu Pertumbuhan Bisnis
Jakarta, 20 Juni 2017 – Asian Enterprise Survey 2016 yang dilakukan oleh United Overseas Bank’s (UOB) mengungkapkan bahwa 76 persen dari perusahaan Indonesia optimis bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membantu pertumbuhan bisnis mereka dengan terbukanya berbagai peluang perluasan bisnis di wilayah Asia Tenggara. Optimisme perusahaan Indonesia terhadap MEA tersebut berada di urutan kedua setelah perusahaan-perusahaan Thailand yang menunjukkan tingkat optimisme sebesar 83 persen.
Perusahaan-perusahaan Indonesia juga memandang MEA sebagai jawaban dari tantangan pertumbuhan bisnis yang utama, yaitu meningkatnya biaya operasional. Sebanyak 52 persen dari responden menyebutkan meningkatnya biaya merupakan tantangan utama dalam pertumbuhan bisnis di Indonesia. Hampir setengah dari seluruh responden Indonesia mengatakan mereka berharap akan dapat membeli berbagai produk dan layanan dengan harga yang lebih kompetitif melalui hadirnya MEA. Mereka juga mengatakan bahwa bahwa MEA akan memberikan manfaat berupa akses ke investor dan modal yang lebih besar, serta kemudahan memperoleh tenaga kerja terampil.
Frederikus Weoseke, Head of Global Markets PT Bank UOB Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia siap untuk meraih berbagai peluang dan manfaat yang tercipta dari lahirnya inisiatif regional, seperti MEA.
“Hasil survei kami menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia paling optimis terhadap prospek pertumbuhan bisnis di kawasan Asia. Perusahaan-perusahaan Indonesia telah menikmati kinerja keuangan yang kuat dalam tiga tahun terakhir ini, dan berharap untuk dapat mengembangkan bisnis lebih jauh lagi dengan memanfaatkan hubungan antar negara yang hadir dari MEA,” kata Weoseke.
“Rasa optimis mereka juga didukung oleh inisiatif reformasi ekonomi dan investasi dalam bidang infrastruktur yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah dilakukan oleh pemerintah. Berbagai inisiatif di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tersebut telah membuka berbagai peluang yang lebih luas bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mengambil manfaat dari arus perdagangan ke dalam negeri, investasi, serta berbagai inisiatif regional.”
Asian Enterprise Report 2016 juga menunjukkan bahwa sepertiga dari perusahaan-perusahaan Indonesia percaya bahwa melakukan ekspansi ke wilayah Asia merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan bisnis dalam tiga hingga lima tahun mendatang, dengan Singapura sebagai negara tujuan ekspansi utama (43 persen), diikuti oleh Malaysia (38 persen), Jepang (36 persen), dan Cina (34 persen).
Dalam mengembangkan bisnis dan mempertahankan daya saing, perusahaan-perusahaan Indonesia juga berfokus untuk meningkatkan jumlah nasabah. Survei UOB menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia mengarahkan sumber daya mereka untuk penelitian dan inovasi produk (44 persen) serta pemasaran (38 persen) demi meraih berbagai peluang yang hadir dari terus meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas Indonesia yang sebesar delapan hingga sembilan juta orang per tahun.
Kebutuhan untuk Berinvestasi dalam Bidang Teknologi Informasi
Asian Enterprise Report 2016 menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia kurang memprioritaskan investasi di bidang sistem teknologi informasi (33 persen) sebagai sarana untuk mendukung pertumbuhan, dibandingkan dengan rata-rata perusahaan Asia lain (37 persen).
UOB Indonesia melihat bahwa apabila perusahaan-perusahaan Indonesia lebih memanfaatkan teknologi informasi, mereka akan lebih produktif lagi dari segi administrasi bisnis. Salah satu upaya UOB dalam membantu perusahaan-perusahaan Indonesia mengadopsi pengunaan teknologi informasi ke dalam pengelolaan bisnis mereka adalah dengan menyediakan layanan platform daring perbankan regional, UOB Business Internet Banking Plus (BIBPlus). Layanan ini merupakan ‘one stop e-banking’ yang menyediakan solusi menyeluruh yang dapat membantu para pelaku bisnis dalam mengelola bisnis mereka baik di wilayah Asia maupun global secara lebih efisien.
W. Kartyono Head of Transaction Banking, UOB Indonesia mengatakan, “Mendukung para klien korporasi kami untuk mengembangkan bisnis dan mengurangi biaya melalui teknologi informasi merupakan salah satu fokus utama UOB Indonesia. Kami meluncurkan UOB BIBPlus untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong produktifitas rata-rata mereka. UOB BIBPlus dirancang untuk menyederhanakan berbagai proses bisnis sehari-hari mereka dan menawarkan berbagai fitur yang dapat sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. UOB Indonesia terus meningkatkan layanan teknologi informasi bagi para nasabah, dan kini kami menawarkan UOB BIBPlus mobile untuk memastikan bahwa para nasabah kami terhubung dengan bisnis mereka, kapanpun dan dimanapun.”
Survei Asian Enterprise Report 2016 juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia memandang penting untuk berinvestasi dalam hal pelatihan karyawan (37 persen) dan pengadaan mesin serta alat-alat (28 persen).

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan menyesuaikan pengalaman penelusuran Anda. Anda dianggap telah menyetujui kebijakan cookie kami jika Anda melanjutkan untuk menjelajahi situs kami.