informasi perubahan suku bunga, pembayaran minimum dan biaya keterlambatan kartu kredit uob indonesia

Nasabah Yth,

Sesuai dengan Siaran Pers Bank Indonesia No.23/129/DKom, dengan ini kami sampaikan terdapat penurunan suku bunga Kartu Kredit dalam rangka mendukung transmisi kebijakan suku bunga dan efisiensi transaksi non tunai sebagai berikut:

Aturan Aturan Lama Aturan Baru Periode Ketentuan Baru
Suku Bunga Transaksi Ritel & Tarik Tunai 2% per bulan / 24% per tahun 1.75% per bulan / 21% per tahun 1 Juli 2021
Nilai Pembayaran Minimum 10% dari total tagihan ritel + cicilan atau minimum Rp50.000 (mana yang lebih tinggi) 5% dari total tagihan ritel + cicilan atau minimum Rp50.000 (mana yang lebih tinggi) Efektif hingga 30 Juni 2022
Besaran Denda Keterlambatan Pembayaran 3% dari total tagihan atau maksimum Rp150.000 (mana yang lebih tinggi) 1% dari total tagihan atau maksimum Rp 100.000 (mana yang lebih tinggi) Efektif hingga 30 Juni 2022

Detail kebijakan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank Indonesia.

A. Ilustrasi Perhitungan Bunga untuk Transaksi ritel

Tagihan Bulan Agustus
Tanggal transaksi Tanggal pembukuan Keterangan Nilai (Rp)
11 juli 13 Juli Transaksi Ritel #1 500.000,-
16 Juli 18 Juli Transaksi Ritel #2 1.000.000,-
Total tagihan bulan Agustus 1.500.000,-

 

Tagihan Bulan September
Tanggal transaksi Tanggal pembukuan Keterangan Nilai (Rp)
9 Agustus 9 Agustus Saldo bulan lalu 1.000.000,-
18 Agustus 18 Agustus Pembayaran 75.000,-
    Bunga Ritel 43.768,-;
Total tagihan bulan September 1.456.232,-

 

Perhitungan Bunga Kartu Kredit UOB Indonesia yang muncul pada lembar tagihan tanggal 5 Agustus dengan transaksi penarikan tunai (Cash Advance)
sebagaimana tersebut di atas sebagai berikut:

(Nilai Transaksi) X (Selisih Hari) X (21% per tahun)
365 hari

Bunga atas transaksi

  • Dihitung dari tanggal pembukuan ke tanggal pembayaran
    Transaksi Ritel #1
    (13/Juli - 18/Ags) x (Rp 500.000) x (21% per-tahun) : 365 hari = Rp 10.356,-(A1)
    Transaksi Ritel #2
    (18/Juli - 18/Ags) x (Rp 1.000.000) x (21% per-tahun) : 365 hari = Rp 17.835,-(A2)

Bunga atas saldo tagihan setelah pembayaran

  • Dihitung dari tanggal pembayaran ke tanggal pencetakan tagihan berikutnya
    (18/Ags - 5/Sep) x (Rp 1.500.000 - Rp 75.000) x (21% per-tahun) : 365 hari = Rp 15.577,-(B)

Total bunga Transaksi Ritel

A1 + A2 + B = Rp 10.356,-+ Rp 17.835,-+ Rp 15.577,-
A1 + A2 + B = Rp 43.768,-

B.Ilustrasi Perhitungan Bunga untuk Penarikan Uang Tunai (Cash advance)

Tagihan Bulan Agustus
Tanggal transaksi Tanggal pembukuan Keterangan Nilai (Rp)
15 juli
20 Juli
15 juli
20 Juli
Transaksi Tarik Tunai #1
Transaksi Tarik Tunai #2
Bunga Tarik Tunai
Cash Advance Fee #1
Cash Advance Fee #2
600.000,-
1.200.000,-
19.330,-
100.000,-
100.000,-
Total tagihan bulan Agustus 2.019.330,-

 

Perhitungan Bunga Kartu Kredit UOB Indonesia yang muncul pada lembar tagihan tanggal 5 Agustus dengan transaksi penarikan tunai (Cash Advance) sebagaimana tersebut di atas sebagai berikut:

(Nilai Transaksi) X (Selisih Hari) X (21% per tahun)
365 hari

Bunga atas transaksi penarikan tunai

Dihitung dari tanggal pembukuan ke tanggal pencetakan tagihan

  • Transaksi tarik tunai #1: (15/Juli - 5/Ags) x (Rp600.000) x (21% per tahun) / 365 hari = Rp7.594,- (A1)
  • Transaksi tarik tunai #2: (20/Juli - 5/Ags) x (Rp 1.200.000) x (21% per-tahun) : 365 hari = Rp 11.736,-(A2)
  • Total bunga transaksi tarik tunai: A1 + A2 = 7.594,- + 11.736,- = Rp 19.330,-